Felicia's Blog

Life for me is....

Thursday, 28 January 2010

Movie Review : Interview With the Vampire : The Vampire Chronicles

Film produksi 1994 yang mengangkat vampir sebagai tokoh utama. Tontonan yang ngga diduga2 bakal jadi favorit g soalnya g biasanya ngga suka film tragedi penuh darah, tapi film ini epic banget!! Peduli lah orang bilang g udah telat nontonnya, yang penting asik! haha..



Diceritakan dimasa sekarang (latarnya sih 90an) ada seorang jurnalis muda yang ketemu sama seorang pria yang ketahuan kalo dia itu seorang vampir yang berusia lebih dari 200 tahun bernama Louis (Brad Pitt). Louis akhirnya diwawancarai oleh jurnalis itu. Jadi mulailah latar cerita masuk ke akhir 1700an di mana Louis de Pointe Du lac adalah seorang Tuan Tanah di New Orleans yang setahun sebelumnya kehilangan istri beserta anaknya saat anak itu dilahirkan. Hidup terasa ngga berarti lagi bagi Louis dan dia menghabiskan waktunya mengutuk hidupnya sendiri.

Hingga suatu ketika ia bertemu seorang vampir bernama Lestat (Tom Cruise) yang menawarkannya "anugerah kegelapan", berubah menjadi vampir. Setelah mengalami sedikit pergulatan dengan dirinya sendiri akhirnya Louis menyetujui tawaran Lestat untuk berubah jadi vampir. Jadi Lestat meminumkan darahnya ke Louis setelah menghisap habis darah manusianya dan saat itu dimulailah kehidupan Louis sebagai vampir.

Awal kehidupan barunya tidak begitu menyenangkan bagi Louis karena ia mengalami kesulitan dalam membunuh manusia. Hati manusianya yang menghargai kehidupan orang lain masih mengusiknya hingga ia hanya mengonsumsi hewan ternak dan tikus saja, membuat Lestat menghinanya habis-habisan.
Ketika wabah melanda tempat tinggalnya, Louis yang berjalan tanpa arah karena masih bingung dengan kehidupannya sebagai vampir menemukan sebuah rumah kumuh yang didalamnya terdapat seorang gadis kecil yang sedang menangisi ibunya yang sudah meninggal. Gadis itu (Kirsten Dunst) melihat Louis dan menangis memeluk Louis karena ia harus hidup sebatang kara. Louis yang kehilangan kontrol atas dirinya meminum darah gadis itu. Begitu menyadari apa yang dilakukannya, Louis keluar dari rumah itu meninggalkan tubuh gadis kecil yang disangkanya sudah mati dan meringkuk di dalam gorong-gorong.
Lestat menemukannya dan membawanya kembali ke TKP dimana Louis menghisap darah gadis kecil itu. Ternyata gadis kecil itu belum mati, Lestat akhirnya memberikan darahnya pada gadis itu dan menjadikannya vampir memanfaatkan kesedihan Louis yang merasa bersalah karena sudah membuat gadis itu sekarat dan tidak bisa diselamatkan lagi kecuali dengan cara mengubahnya jadi vampir.
Gadis kecil itu akhirnya berubah jadi vampir dan hidup bersama Louis dan Lestat sebagai putri angkat mereka.

Kehadiran Claudia, begitu mereka memanggil gadis kecil itu, membuat kehidupan Louis sebagai vampir sedikit bermakna. Mereka menghabiskan waktu layaknya keluarga biasa. Namun hal itu berubah setelah 30 tahun ketika Claudia menyadari pertumbuhannya yang tidak terjadi. Tubuhnya tetaplah seorang gadis kecil walaupun 30 tahun telah berlalu. Maka Claudia mengonfrontasi Lestat dan Louis hingga puncaknya Louis membawa Claudia ke tempat di mana ia menggigit gadis itu dan Lestat menyelamatkannya.
Mengetahui fakta itu, Claudia berubah membenci Lestat dan akhirnya berhasil menjalankan rencananya untuk membunuh Lestat.

Louis dan Claudia yang tinggal berdua saja berkelana berkeliling dunia untuk menemukan vampir lain walaupun selama perjalanan mereka tak satupun mereka temukan makhluk berjenis sama seperti mereka sampai akhirnya di Prancis Louis menemukan suatu "koloni" vampir ketika ia berkenalan dengan Armand (Antonio Banderas), seorang pimpinan teater yang selalu memerankan lakon vampir.
Koloni menginginkan Louis untuk bergabung namun Louis tidak ingin meninggalkan Claudia. Konflik ini mencapai puncak ketika mereka semua ditangkap dan Claudia dibunuh. Louis berhasil dengan usaha balas dendamnya dan membakar habis seluruh koloni itu beserta bangunan yang ditempati mereka.

Hidup Louis pun terus berlangsung hingga sekarang ketika ia bertemu dengan jurnalis itu.

Yah, sampai situ aja g cerita mengenai film ini, sekarang 10.31 pm dan g udah mulai ngantuk. Film ini memiliki ending yang sedikit tidak terduga, salah satu poin kenapa g suka film ini. haha..

Okay, that's all for today.

Wednesday, 27 January 2010

What today is...

Hmm.. something for sure, I want to sing a song with glee.. hahaha..

I had been waiting for my father at school for almost 6 hours. He should had picked me up by 10 am but he came at 4 pm. That time, while I was sitting beside my sister who was sleeping on my shoulder (she has a big body but still her heart is a little child's :)), it was raining hard. I was listening to the music using my headset (I am lucky my father bought me that), I could hardly heard the lyrics nor the entire musics were playing but I could sensed them with my head and combined it with my ear so it seemed like I could hear the songs clearly. And as the music played, I could hear the sound of falling rain, see the wet trees, wet yards, wet plants, everything wet. Let me just say, peace surrounded me. It sounds cliche, I know but that's the way I felt back then in my waiting period (lol).

There was something made me cry before I got those feelings of peacefulness, I felt angry at something regardless the waiting itself although it has a connection somehow. ;) It had been a while since the last time I cried. haha... The pain in your chest and the headache brought me a weird sensation I couldn't explain. Cry again is good though, because I've hold my tears for quite a long time...

Comes to an and...
My friend told me about a song... Sen no Yoru Wo Koete by Aqua Timez... A nice one indeed. :)


For what...do I have to lose? (my own thought)

Saturday, 23 January 2010

Jangan Ulang Lagi Kisah Itu

Aku mencintai orang yang salah. Ketika indahnya cinta seharusnya merasuk ke dalam jiwaku, tidak ada satupun sukacita kurasa tapi sakit menembus jiwaku membuatku lara dan terbelenggu. Ah... Dia... Dia bukan yang tepat...

Aku berusaha meninggalkan bayang-bayangnya, membuatnya berhenti merusakku. Dan akhirnya aku berhasil, aku hampir lepas dari jeratnya!

Lama...
Lama...
Tak kudengar bisikan seperti yang dulu. Bisikan lembut mendirikan bulu romaku, membuatku melayang ke surga ketujuh.. aku tak mengharapkan bisikan itu.. Tidak. Tidak lagi..

Maka kuyakinkan diriku:

Ini bukan kisah cinta.
Ini hanya ilusi belaka.
Kekonyolan untuk sebuah berita.
Mereka tak perlu tahu.
Mereka tak perlu bertanya.
Ungkapku akan selalu sama.

Siapa dia?
Selalu datang mengetuk pintu mimpiku di setiap malam, mengguncang hatiku, merusak sistim otakku.

Ah.. siapakah dia?
Yang datang untuk mencabik-cabik hatiku bagai kayu di bawah kapak?

Siapakah dia?
Dia membawa sesuatu untukku, tapi itu bukan yang kuinginkan. aku tidak menginginkannya...

Siapakah dia?
yang menjajah otakku dan meracuni pikiranku?

Bolehkah aku membunuhnya dalam pikiranku, membiusnya dari sadarku, menendangnya keluar dari mimpiku...?

Karena aku tak mau...
aku tak mau...

Jangan ulang Lagi Kisah Itu...