Felicia's Blog

Life for me is....

Friday, 4 December 2009

Indahnya Sebuah Karya...

Mungkin hampir semua orang di dunia ini pernah membaca karya sastra klasik, baik itu merupakan karya sastra klasik Indonesia dari angkatan Balai Pustaka atau yang lebih tua, ataupun karya sastra barat macam Shakespeare dengan Macbeth dan kisah cinta legendarisnya yang terkenal sepanjang masa, Romeo and Juliet, juga Jane Austen dengan Pride & Prejudice dan Sense & Sensibility-nya yang terkenal.

Semua orang yang suka baca atau setidaknya nonton film yang kisahnya diangkat dari karya-karya lama itu pasti pernah mikir mengenai perkembangan karya-karya sastra dari masa lalu sampai ke masa sekarang.Orang-orang yang udah mikir soal itu lalu akan membuat hipotesisnya sendiri sampai akhirnya membuat kesimpulan.

Dalam hal ini... Gw mau nulis pendapat gw sendiri mengenai karya-karya sastra klasik dan kebiasaannya yang mulai ditinggalkan untuk kemudian memasuki era baru penulisan sastra/karangan.

Susah memang, buat ngebandingin karya-karya lama yang notabene originalitasnya bener-bener fresh, dalam artian lain, waktu itu masih sedikit yang kerja jadi penulis dan zaman dulu nggak kayak sekarang dimana hampir semua hal dilakukan dengan digital, nyimpan hasil tulisan kita tuh tinggal save aja dari Microsoft Word atau Notepad, sedangakan dulu, orang harus berpayah-payah nulis pake tangan dan pulpen tinta. Namun disamping repotnya dan capeknya nulis dengan cara begitu, menjaga originalitas karya sendiri tuh lebih mudah. Orang nggak mungkin kan copy-paste atau fotocopy kertas-kertas itu kayak sekarang ini. Plagiarisme itu sulit, bisa dibilang.

Ide kreatif pengarang sekarang biasanya datang dari inspirasi berupa karya lain. Kalaupun itu datang dari ilham sendiri, beberapa hal pasti klise. Hanya sedikit pengarang masa sekarang yang bisa menciptakan karakter dan cerita yang orisinil. Sedangkan para pengarang dari zaman baheula, mereka bisa membuat segala sesuatunya dari imajinasi mereka sendiri, mungkin karena pengalaman menarik mereka lebih banyak melihat bahwa pada masa itu banyak negara yang masih dalam masa kolonial. Tapi disamping ide kreatif, kesempatan pengarang untuk bisa menerbitkan karya mereka pada masa kini jauh lebih mudah ketimbang dulu.

Sebenarnya boleh nggak sih membandingkan karya sastra klasik dengan yang sekarang? Mereka kan jelas-jelas berasal dari masa yang berbeda dan pastinya tata bahasanya udah beda dan unsur ceritanya juga lain?

hmmm... Kenapa nggak? Kadang menjadi seorang yang komparatif itu membantu, lho.

Secara keseluruhan, karya zaman dulu dan karya zaman sekarang punya skor yang sama di mata gw. Semua penulis, kapanpun zamannya, pasti punya suka-duka sendiri mengenai karyanya, tidak melihat seberapa terkenal dan agungnya karya itu, atau seberapa besar royalti yang diterima pengarang. Haha... Walaupun zaman sekarang sih, segila-gilanya kepala kita mikirin sesuatu untuk menelurkan sebuah ide cerita baru, originalitas itu sulit. Hanya aspek tersebut yang pantas diacungi jempol dari karya-karya klasik.

Mungkin tulisan ini nggak mutu, tapi gw kepikiran aja buat nulis pendapat di sini. Hohoho....

0 comments:

Post a Comment

Thank you...