Felicia's Blog

Life for me is....

Wednesday, 30 December 2009

"When did I take control of your life, dear child?"

I just realised, I used to be one of many people who think that they are "chained". At first, I thought that the chains are my family, my friends and even my life. And now, to my surprise, I found what is the meaning of being chained. I was chained by the fact that "I am myself".

I have to laugh at myself for this, for my entire life. What could I regret of a beautiful life that I have? Not to mention one of human's characteristics, "never be satisfied", I HAVE A WONDERFUL LIFE. That's what I learn.

Maybe, there are times I want to cry, I want to scream, I want to shout and there might be times when I will think of nothing else but to be burn and fly away with wind as my dust being carried and thrown to the sea, die is the common way to say it. But hey, I've a bunch of happiness which I can adore and memorised as the wheel of life spins. I AM A FREE BIRD IN MY OWN LIFE.

So start from this day, I make a promise to myself that I WON'T EVER CURSE MY OWN LIFE AS I USED TO DO WHEN I WAS SAD.

The first step to getting the things you want out of life is this: Decide what you want. (Ben Stein)

Tuesday, 22 December 2009

Malkist Cokelat

Suatu hari yang panas, saya tiba-tiba berpikir ingin ngemil dan mencari camilan di lemari. Saya menemukan cereal, Quaker Oats, dan biskuit malkist. Jadi saya memutuskan saya bakal makan biskuit aja...
Tapi setelah dipikir2 makan biskuit kaya gitu aja kan kurang apaaa gitu... jadinya sedikit saya akalin. Tuh biskuit saya bikin ala roti.. saya mentegain, trus saya kasih coklat meises udah gitu saya masukin dalam microwave selama kurang lebih 1-2 menit.
Hasilnya gurih banget. XDD

Ini gambarnya :



Hoho..
Kalau ada yang bosan sama malkist biasa, jangan ragu2 buat nambahin bumbu.. dikasih mentega sama abon atau selai stroberi (yang ii saya udah pernah coba! Enak beneran!)

Wednesday, 16 December 2009

Toradora!

Seorang teman dari sebuah forum nawarin gw buat nonton anime yang judulnya Toradora! Biasanya, kalau ada orang yang ngasih rekomendasi tentang hiburan, gw jarang nanggepin serius kalau misalnya mood gw lagi ngga bagus. Tapi untungnya waktu itu mood gw lagi bagus-bagusnya dan gw akhirnya buka youtube buat nonton tuh anime.
And you know what, I WON'T REGRET MY DECISION TO WATCH THAT. It worth the watch.
(Thanks buat Shou-kun dari MF buat rekomendasinya.. ^_^)

Jadi, gw udah nonton anime itu sampai tamat dan gw suka anime itu. Sangat. dan gw memutuskan untuk nulis sedikit (mungkin nggak sedikit juga) review tentang anime itu.

Ceritanya itu seputar lingkungan sekolah, persahabatan, cinta dan humor. Memang cerita kayak gitu sih biasa, tapi yang ini karakteristiknya beda.
Tokoh utamanya adalah Takasu Ryuuji, Aisaka Taiga, Kitamura Yuusaku, Kushieda Minori, dan Kawashima Ami.

Ceritanya diambil dari sudut pandang Takasu Ryuuji, seorang pelajar SMA yang baru naik kelas 2, berharap bisa menggaet cewek yang ditaksirnya, Kushieda Minori. Takasu Ryuuji hidup berdua dengan ibunya yang bekerja di bar (atau kerjaannya itu host, gw ngga jelas). Ibunya pulang pagi dan pergi malam, tapi bukan PSK lho.. ^^
Ryuuji punya ambisi, ambisinya itu adalah kebersihan. Tangannya selalu gatel buat bersih2 kalau liat tempat kotor. Ryuuji juga pintar masak. Jadi prakteknya, Ryuuji itu adalah cowok rumah tangga yang menyelesaikan semua house chores di rumahnya yang berupa apartemen kecil.
Suatu ketika, pas lagi sikat gigi, Ryuuji menemukan segumpal jamur yang nempel di pinggiran washtafelnya. Ternyata hal ini disebabkan sinar matahari yang nggak bisa masuk ke rumahnya. Sinat matahari itu terhalang oleh sebuah apartemen bergedung tinggi yang berdiri kokoh di sebelah apartment bobroknya. Walau pun kesal, Ryuuji nggak bisa ngapa-ngapain.
Di sekolahnya, Ryuuji dikenal sebagai delinquent, dianggap preman karena dia punya mata yang seram (^_^;). Image buruk itu melekat terus padanya dari kelas 1, padahal Ryuuji itu aslinya cowok yang baik banget (ditambah lagi kemampuan rumah tangganya itu).

Semuanya berubah ketika hari pertamanya sebagai murid sma kelas 2 (baru naik kelas ceritanya). Pas dia lagi jalan keluar kelas, dia nabrak seorang cewek mungil yang mirip boneka. Seketika itu juga orang pada nyorakin mereka berdua, dikatain mau berantem. Cewek itu kemudian membentak dan mendorong Ryuuji hingga roboh dengan kasar, yang konyolnya hal yang sepele itu menyebabkan image buruk Ryuuji luntur.
Ternyata cewek yang ditabraknya itu adalah Aisaka Taiga, cewek yang dikenal dengan sifatnya yang mirip harimau. Pada kenyataannya Taiga memang kasar dalam bertingkah laku.

Ryuuji ngga punya niat buat berteman dengan Taiga walaupun dalam hati dia berterima kasih karena secara nggak langsung cewek itu udah mengurangi image buruknya di sekolah sebagai preman.
Tapi kejadian ngga terduga terjadi. Suatu sore sepulang sekolah, Ryuuji ke kelas buat ngambil tasnya. Waktu ngebuka pintu kelasnya, dia ngeliat meja melayang dan ada Taiga di sana. Dia pura-pura nggak tau dan ngambil tasnya yang ada di meja. Tanpa diduga dan dinyana, Taiga menerjang dan hendak mengambil tas itu dari tangan Ryuuji. Ryuuji bingung soalnya tas yang dia pegang itu emang punya dia. Ryuuji selamat ketika Taiga bersin dan ngelepasin pegangannya dari tas Ryuuji.

Nah, pas dia ngebuka tas dia di rumah, barulah Ryuuji tahu kalau di dalam tasnya ada surat cinta dari Taiga buat Kitamura Yuusaku, wakil ketua OSIS di sekolah. Ternyata Taiga salah masukin surat cintanya ke tas Ryuuji.
Ryuuji bermaksud ngebalikin surat itu besok dalam keadaan utuh, dia nggak mau ngerusak privasi orang, tapi sesuatu membuat amplopnya terbuka dan Ryuuji jadi bisa ngeliat isinya yang ternyata kosong. Amplopnya kosong! Jadi Taiga beruntung dia salah masukin suratnya ke tas Ryuuji. ^^

Pas tengah malem, Ryuuji lagi tidur, tiba2 ada orang yang nyerang rumahnya. Pas dia nyalain lampu, ternyata itu adalah Taiga yang bawa pedang kayu, bermaksud menyerang kepala Ryuuji. Taiga bilang kalo dia mau ngebunuh Ryuuji atau paling nggak ngilangin memorinya gara2 Ryuuji udah ngeliat suratnya.
Ryuuji akhirnya selamat karena dengan susah payah dia membuat Taiga mengerti bahwa amplop surat cintanya itu kosong.

Malam itu berakhir dengan kesepakatan bahwa Ryuuji bakal ngebantu Taiga untuk mencapai cintanya. Namun itu semua diartikan lain oleh Taiga dan Taiga menganggap Ryuuji sebagai anjingnya yang harus menurut kalau disuruh apa aja.. ^^

Jadi di sinilah awal persahabatan mereka berdua. Mereka jadi bahu membahu untuk mencapai cinta masing-masing, walaupun akhirnya harapan mereka ngga kesampaian karena mereka berakhir jatuh cinta pada satu sama lain. ^_^

Ceritanya mungkin kedengaran biasa ya... Kayak lagunya Zigaz, Sahabat Jadi Cinta, begitu juga cerita anime ini. Tapi prosesnya bikin beda. Sedikit keunikan tokoh mewarnai ceritanya jadi bumbu humornya cukup banyak dan setiap episodenya nggak pernah bikin bosen.

Taiga yang selau bergantung pada Ryuuji, akhirnya sadar ketika dia mau menjodohkan Ryuuji dengan Minori, orang yang ditaksir Ryuuji sekaligus sahabat paling dekat Taiga. Dia jadi sadar kalau dia nggak akan bisa tanpa Ryuuji. Tapi karena dia mau sahabatnya bahagia dan dia juga mau Ryuuji bahagia, dia berusaha nahan sakit untuk mempersatukan Ryuuji dengan Minori. Hal yang sebaliknya terjadi juga pada Minori, dia suka sama Ryuuji tapi dia tahu kalau Taiga butuh Ryuuji dan Ryuuji sendiri suka sama taiga di lubuk hatinya yang terdalam.

Pokoknya nonton anime ini nggak bikin bosen dan gw jadi sedikit inget sama masa lalu gw. Beberapa orang tertentu yang baca ini pasti tahu maksud gw apa.. ^_^

Toradora!


L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very very extra ordinary
E is even more than anyone that you adore
(LOVE)

Apalah Mau Dikata...

Say...
Hari ini hari terpanas selama setahun terakhir yang gw jalanin. Panasnya luar biasa! Sangat luar biasa sampai hingga ketika gw menulis postingan ini, tangan gw luar biasa merah dan luar biasa perih. Wajah gw yang biasa aja ini juga sedikit ternoda dengan warna merah di bagian pipi dan hidung. Betapa sinar matahari yang mengandung ultraviolet itu bisa menyehatkan dan sekaligus membunuh pada saat yang sama.

Kalau udah tahu panas, ngapain kau berjemur tanpa sunblock yang memadai, Fel?
Okay, here is the thing. Hari ini gw ikutan tanding voli di PORAK sekolah dan lapangan voli yang notabene lapangan outdoor itu menjadi oven pemanggang manusia. Luar biasa panas!!

Sebenernya poin utama dari post ini sih, cuma kejadian hari ini aja, dimana PORAK berlangsung dan memakan korban (korban ketimpuk bola, kepanggang matahari dan telinga berdengung karena berdiri di sebelah wasit) yang dua di antaranya gw alami dengan sukses, membawa akibat dan dampak. Haha...

Pagi tadi gw bangun jam 5 trus ngeberesin tempat tidur dan ngebangunin adik gw yang tidurnya mbeler (kayak bangke sapi), susah banget banguninnya! Akhirnya udah dia bangun, gw gosok gigi dan mandi. Itulah rutinitas di rumah gw kalo pagi2 ; orang pertama yang bangun itu Si Mbak, gw, adik gw, baru ortu gw. Ortu gw nggak akan mau bangun pagi kalo gw n adik gw belum siap. konyol memang, tapi mereka pasti capek kerja lah... Mau tidur lebih lama.. hehe.. (in case you don't know, I usually go to school with my little sister and both my parents).
Sarapan dilakukan di mobil. Sesampainya di sekolah udah ada temen gw yang nungguin. Dia nungguin gw dateng buat jalan bareng ke kelas. Udah absensi, gw ke lapangan. Sebagai bocah anggota OSIS, gw bertanggung jawab di lapangan voli. Tadinya sih, jaga garis, tapi ujungnya malah jadi pencatat skor. Inilah yang bikin telinga gw berdengung. Sebagai pencatat skor kan gw harus berdiri di sebelah wasit tuh, nah, peluitnya itu lho... Beuuuuh... =_= Belum lagi cuaca yang udah mulai panas dan hari yang udah mulai siang. Radiasi ultraviolet semakin menguat dan menyiksa kulit sampai ke isi kepala, soalnya segera setelah gw ikut bertanding (dengan berjemur, tentunya), kepala gw senut2 sampai sering gw gagal baca gerakan bola. Ujung2nya kelas gw kalah.. haha...

Yah, hari ini jadi pengalaman lah... Buat PORAK hari terakhir besok, gw mau pakai sunblock. Walaupun apa daya kulit gw udah merah kaya kepiting bakar... ^_^

Semoga besok jadi hari yang indah...

Post Script :
Sedikit tentang cerita buatan gw:
Sekarang ini gw lagi mikir sebuah ide cerita. Sebenernya halaman pertama udah ada, tapi gw khawatir kalo imajinasi gw keterlaluan dan kejadian, tuh cerita jadi sebuah novel atau gw postg sebagai cerita bersambung di sini. Gw bingung...

Sunday, 13 December 2009

Ah! Salah!

Haaaaa...... *sigh**sigh*sigh*

Berapa kalipun gw buang napas panjang, gw ngga akan pernah lega.
Gw udah merusak hampir segala hal yang ortu gw kasih buat gw. Sering kali gw ngga bersyukur, minta lebih dan lebih, sementara gw ngga pernah sadar bahwa mereka mengorbankan hampir segalanya untuk hidup gw dan sodara2 gw!! AAAAHHHH!!!!

Gw baru sadar setelah dua hari ini gw mencari berbagai barang yang hilang. Itu semua dari mereka!!!
Gw ngga tau harus ngomong apa! rasanya gw malu untuk menikmati semua yang ada pada gw sekarang! AAAAHHHH!!!!

Ini semua salah!! Gw ngga boleh jadi orang yang begini!!!

Saturday, 12 December 2009

Dreamer

Aku adalah seorang pengembara yang berkelana mencari sebuah titik.
Titik itu adalah titik terang.
Titik terang itu adalah titik terang kehidupan.
Titik terang kehidupan berarti sebuah jalan keluar.
Jalan keluar itu adalah kebebasan dari kecemasan dan ketakutan.
Kecemasan dan ketakutan adalah perasaan buruk yang kau dapat dari penderitaan.

Aku adalah seorang pengembara. Aku mencari kebebasanku dari kekang yang mengikatku dalam hidup. Aku mencari air untuk memuaskan dahagaku akan kebahagiaan.
Aku berjalan, berjalan dan terus berjalan, hingga wajahku keriput, tubuhku gemetar, rambutku memutih, hingga mataku tak dapat melihat dan telingaku tak dapat mendengar.
Aku belum juga lepas dari belenggu penderitaan dan pasung kesedihan.


Dalam kembaraku aku bertemu seekor singa. Singa itu haus akan air. namun tak seperti aku, ia menemukan sungai yang jernih di depannya, menantinya untuk datang dan menyesap airnya.
Aku berkata kepadanya, "Wahai singa yang perkasa, dapatkah kau memberitahu aku yang tersesat ini, di mana aku bisa menemukan sungai tempat aku bisa melepas dahagaku akan kebahagiaan?"
Kemudian dengan suaranya yang gagah perkasa singa itu memberiku jawabannya, "Aku meminum air yang ada di depan mataku. Seharusnya kau pun dapat mendengar aliran airnya dalam hatimu dan berjalan ke arahnya untuk meminum airnya."
Aku pergi dengan kecewa. Bahkan singa yang raja hutan pun tak bisa menemukan sungaiku.

Di tengah kelanaku, aku bertemu seekor burung yang terbang bebas di angkasa, menari dan menyanyi bagaikan di surga. Aku iri pada mereka.
Maka akupun bertanya, "Wahai burung-burung yang baik. Maukah kalian memberitahuku di mana aku bisa menemukan langit kebebasanku?"
Burung-burung itupun menjawab dengan jenaka, "Aku melihat dan merasakan langit di sisiku ketika aku terbang. Seharusnya kau juga melihatnya dengan matamu dan merasakannya dengan hatimu dan kau akan menemukan langitmu."

Ah... Tak bisakah mereka semua mengerti bahwa yang kulihat saat ini hanyalah api kecemburuan dan kurungan penuh siksa?

Maka akupun meneruskan perjalananku. Menanti-nanti waktu dimana aku akan merasakan secercah cahaya harapan menerpa wajahku dan merasakan sejuknya embun kegembiraan di jari-jariku.

Aku berkelana, berkelana, dan berkelana. Tanpa henti. Aku tak percaya lagi pada makhluk-makhluk di sekelilingku. Mereka hanya memberitahu hal-hal yang tak kupahami.
Pengembaraan ini kulakukan sendiri, sendirian, dengan sepi dan tanpa kawan.
Panjang jalan yang kutempuh sudah sepanjang jalannya hidupku.

Oh! Begini sulitkah untuk menjadi bahagia?
Aku mencapai penghujung hidupku.
Aku adalah seorang pengembara. Aku mencari kebebasanku dari kekang yang mengikatku dalam hidup. Aku mencari air untuk memuaskan dahagaku akan kebahagiaan.
Aku berjalan, berjalan dan terus berjalan, hingga wajahku keriput, tubuhku gemetar, rambutku memutih, hingga mataku tak dapat melihat dan telingaku tak dapat mendengar.
Aku belum juga lepas dari belenggu penderitaan dan pasung kesedihan.

Aku tak dapat lagi melihat birunya langit yang ada di atasku.
Aku tak dapat lagi mendengar kicauan burung di pagi hari.
Tubuhku tak cukup kuat untuk berjalan di atas tanah berumput yang berembun.
Ah...
Inilah kebahagiaan.
Ternyata selama hidupku, aku menghirupnya setiap hari, meminumnya, mengecapnya, mendengarnya, melihatnya, menyentuhnya, berdiri di atasnya SEPANJANG HIDUPKU.

Kemudian aku pun pergi untuk pengelanaanku yang selanjutnya. SURGA.


Note :
Selama ini manusia selalu mencari kebahagiaan. termasuk gw sendiri. Seringkali kita semua sebagai menusia menganggap bahwa hidup ini sangat menyedihkan dan penuh kesengsaraan dan rintangan tanpa henti. Tapi ternyata kebahagiaan itu selalu ada di depan mata kita...

Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang semakin dicari akan semakin sulit ditemukan.

Friday, 4 December 2009

Indahnya Sebuah Karya...

Mungkin hampir semua orang di dunia ini pernah membaca karya sastra klasik, baik itu merupakan karya sastra klasik Indonesia dari angkatan Balai Pustaka atau yang lebih tua, ataupun karya sastra barat macam Shakespeare dengan Macbeth dan kisah cinta legendarisnya yang terkenal sepanjang masa, Romeo and Juliet, juga Jane Austen dengan Pride & Prejudice dan Sense & Sensibility-nya yang terkenal.

Semua orang yang suka baca atau setidaknya nonton film yang kisahnya diangkat dari karya-karya lama itu pasti pernah mikir mengenai perkembangan karya-karya sastra dari masa lalu sampai ke masa sekarang.Orang-orang yang udah mikir soal itu lalu akan membuat hipotesisnya sendiri sampai akhirnya membuat kesimpulan.

Dalam hal ini... Gw mau nulis pendapat gw sendiri mengenai karya-karya sastra klasik dan kebiasaannya yang mulai ditinggalkan untuk kemudian memasuki era baru penulisan sastra/karangan.

Susah memang, buat ngebandingin karya-karya lama yang notabene originalitasnya bener-bener fresh, dalam artian lain, waktu itu masih sedikit yang kerja jadi penulis dan zaman dulu nggak kayak sekarang dimana hampir semua hal dilakukan dengan digital, nyimpan hasil tulisan kita tuh tinggal save aja dari Microsoft Word atau Notepad, sedangakan dulu, orang harus berpayah-payah nulis pake tangan dan pulpen tinta. Namun disamping repotnya dan capeknya nulis dengan cara begitu, menjaga originalitas karya sendiri tuh lebih mudah. Orang nggak mungkin kan copy-paste atau fotocopy kertas-kertas itu kayak sekarang ini. Plagiarisme itu sulit, bisa dibilang.

Ide kreatif pengarang sekarang biasanya datang dari inspirasi berupa karya lain. Kalaupun itu datang dari ilham sendiri, beberapa hal pasti klise. Hanya sedikit pengarang masa sekarang yang bisa menciptakan karakter dan cerita yang orisinil. Sedangkan para pengarang dari zaman baheula, mereka bisa membuat segala sesuatunya dari imajinasi mereka sendiri, mungkin karena pengalaman menarik mereka lebih banyak melihat bahwa pada masa itu banyak negara yang masih dalam masa kolonial. Tapi disamping ide kreatif, kesempatan pengarang untuk bisa menerbitkan karya mereka pada masa kini jauh lebih mudah ketimbang dulu.

Sebenarnya boleh nggak sih membandingkan karya sastra klasik dengan yang sekarang? Mereka kan jelas-jelas berasal dari masa yang berbeda dan pastinya tata bahasanya udah beda dan unsur ceritanya juga lain?

hmmm... Kenapa nggak? Kadang menjadi seorang yang komparatif itu membantu, lho.

Secara keseluruhan, karya zaman dulu dan karya zaman sekarang punya skor yang sama di mata gw. Semua penulis, kapanpun zamannya, pasti punya suka-duka sendiri mengenai karyanya, tidak melihat seberapa terkenal dan agungnya karya itu, atau seberapa besar royalti yang diterima pengarang. Haha... Walaupun zaman sekarang sih, segila-gilanya kepala kita mikirin sesuatu untuk menelurkan sebuah ide cerita baru, originalitas itu sulit. Hanya aspek tersebut yang pantas diacungi jempol dari karya-karya klasik.

Mungkin tulisan ini nggak mutu, tapi gw kepikiran aja buat nulis pendapat di sini. Hohoho....