Felicia's Blog

Life for me is....

Monday, 17 August 2009

Dongeng Cinta

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis pendiam yang lahir di keluarga yang biasa saja. Ketika masih kecil, sang gadis selalu mendapat perlakuan spesial dari teman-temannya karena sang gadis memiliki hati yang baik hati dan sering menolong orang lain yang kesusahan. Bisa dikatakan hidup sang gadis adalah hidup yang sangat biasa-biasa saja sampai ketika ia menginjak usia delapan tahun, teman-temannya mulai bosan dengannya. Banyak yang berkata bahwa sang gadis adalah seorang anak yang sangat pendiam dan membosankan.

Tahun demi tahun berlalu dan sang gadis pun tumbuh. Ia tetap menjadi seorang gadis yang pendiam dan menutup dirinya terhadap dunia luar. Tak banyak orang yang mau menjadi teman dekatnya dan tak banyak orang mau berbicara dengannya jika tidak ada perlu. Sang gadis pun tidak peduli terhadap semua itu sampai di usianya yang ke sepuluh, sang gadis diajak orang tuanya menghadiri sebuah pesta di rumah seorang bangsawan. Di sana ia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang adalah putra dari bangsawan itu, seorang pangeran yang tidak begitu tampan tapi memikat dan memiliki hati yang baik. Sang gadis dan pangeran kecil itu akhirnya menjadi akrab dan sering menghabiskan waktu bersama.

Sang pageran membawa kehidupan dalam hari-hari sang gadis dan membuat sang gadis dapat tertawa ceria. Sang gadis pun mulai membuka dirinya dan mempunyai banyak teman.

Seiring waktu, pangeran dan sang gadis bertumbuh menjadi remaja. Mereka mengenal arti cinta dan pernah mengalaminya. Sang gadis tahu ia mencintai sang pangeran, tetapi kehidupan mewah telah mengubah tabiat sang pangeran menjadi buruk. Ia suka berfoya-foya dan berpesta pora dengan teman-teman kayanya, tidak peduli lagi kepada sang gadis dan perasaannya yang terkubur dalam di hatinya.

Sampai suatu ketika sahabat dari sang gadis mengakui cintanya kepada sang pangeran di hadapan sang gadis... Hancurlah hati sang gadis ketika mendengar hal tersebut... Tak urung ia menangis sejadi-jadinya ketika ia tahu bahwa pangeran yang dicintainya menyambut perasaan sahabatnya.

Pada hari pernikahan sahabat dan pangeran yang dicintainya, sang gadis menelan racun pahit dan mati bersama perasaannya. Kematiannya bukanlah kematian raga melainkan kematian jiwa yang mencintai... Jiwa yang berhasrat cinta... Sang gadis tidak mau lagi mengenal cinta dan berusaha mengubur bayangan cinta bahkan setiap kali ada lelaki yang mendekatinya. Tak pernah lagi ia bisa mencintai seseorang...

Akankah sang gadis bisa menemukan cintanya?
Akankah kisah sang gadis berakhir bahagia?

Inspiration: days before 18th (my best friend's blog)

1 comments:

heheh...
aku juga sudah baca blognya temenmu...


eh, jgn mau menelan racun donk demi cinta.. nasi goreng masih nikmat... :D
 

Post a Comment

Thank you...